Keseruan Mengunjungi Taman Ismail Marzuki

TIM

Mengunjungi Taman Ismail Marzuki merupakan salah satu ide untuk mengisi liburan anda, banyak hal menarik yang bisa anda lakukan disana seperti yang lisosy.com kutip dari liputan6.
Taman Ismail Marzuki (TIM) merupakan salah satu pusat kesenian yang ada di Jakarta. Dibangun dan diresmikan pada 10 November 1968 oleh Ali Sadikin, berdirinya TIM tidak lepas dari cita-cita mulia untuk memajukan kesenian dan budaya Indonesia.

Dibangun di atas lahan bekas kebun binatang seluas 9 hektar, TIM dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern, seperti gedung pertunjukan Graha Bhakti Budaya yang memiliki kapasitas penonton hingga 800 orang, ruang pamer Galeri Cipta, Teater Kecil, Gedung Bioskop, Teater Halaman, Planetarium, hingga Teater Jakarta yang dilengkapi dengan sistem panggung yang mumpuni. Tak heran jika banyak aktivitas yang bisa dilakukan saat Anda berkunjung ke ‘sarang’ seniman Jakarta ini.

Disusun tim Liputan6.com, Selasa (29/12/2015), berikut aktivitas yang bisa dilakukan saat Anda berkunjung ke TIM yang ada di Jalan Cikini Raya No 73, Jakarta Pusat ini.

Menonton Pertunjukkan Musik, Opera, Teater, dan Tari
Sebagai markas bagi banyak seniman, kawasan TIM memang dikhususkan bagi banyak pementasan seni, baik seni tari maupun teater. Namun jika Anda ingin menonton pertunjukkan seni di TIM, ada baiknya periksa dahulu jadwal pentasnya, mengingat tidak setiap hari ada pementasan besar yang digelar di TIM. Di kompleks TIM, gedung pertunjukkan yang biasa dipakai untuk pementasan antara lain Graha Bhakti Budaya, Teater kecil, dan Teater Jakarta.

Menonton Film di Bioskop
Tak hanya menyajikan film-film baru di bioskop XXI, area TIM juga dilengkapi dengan bioskop Kineforum, yaitu komunitas film yang kerap memutar film-film pendek dalam dan luar negeri. Dibuka terbatas, penonton bioskop Kineforum biasanya tidak dikenakan biaya, hanya sajapenonton diharapkan memberikan sumbangan sukarela. Pada kesempatan tertentu, kineforum juga menggelar diskusi menarik seputar dunia perfilm-an tanah air.

Mengunjungi Perpustakaan Daerah DKI
Belum banyak yang mengetahui bahwa Perpusda DKI kini telah berada di dalam kompleks TIM. Selain memiliki ribuan koleksi buku, gedung perpustakaan ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas menarik, seperti salah satunya “ATM buku”, yang memungkinkan Anda mengembalikan buku dengan cara modern tanpa bantuan petugas perpus. Tak hanya itu, dilengkapi juga dengan buku dan tempat bermain anak, siapapun bisa membuat kartu anggota perpustakaan tanpa harus dipungut biaya.

Berkunjung ke Warung Buku Jose Rizal
Banyak orang yang tidak menyadari bahwa di sudut Graha Bhakti Budaya terdapat warung buku dengan koleksinya yang lengkap. Tak hanya buku baru, warung buku milik Jose Rizal Manua ini juga menjual berbagai buku-buku lama dan langka. Bagi Anda yang tersesat di TIM dan tak tahu harus kemana, tak ada salahnya untuk mengunjungi warung buku ini.

Sowan ke Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin
Bagi para pecinta sastra, nama PDS HB Jassin nampaknnya tidak asing lagi di telinga mereka. Pusat dokumentasi sastra yang diyakini terbesar di Asia Tenggara ini cmemiliki ribuan naskah sastra, baik dari dalam maupun luar negeri. Tak hanya itu, PDS HB Jassin juga menyimpan tulisan tangan asli dari banyak pengarang hebat tanah air. Selain itu, PDS HB Jassin juga menyimpan berbagai dokumentasi sastra lainnya dalam bentuk kaset, guntingan pers, film, dan bahkan lukisan. Dibuka Senin hingga Jumat, tiap orang bisa mengunjunginya tanpa harus mengeluarkan biaya.

Melihat Pameran Seni Rupa
Bangunan Galeri Cipta I, II, dan III di kompleks TIM memang difungsikan bagi para seniman untuk memamerkan hasil karya mereka, khususnya karya seni rupa. Sebelum mengunjunginya, ada baiknya mengecek terlebih dahulu pameran seni rupa yang akan digelar. Pasalnya di tempat ini pameran seni rupa tidak digelar setiap hari. Namun demikian, berkunjung ke Galeri Cipta untuk menyaksikan pameran seni rupa bisa menjadi pilihan yang tepat saat berada di TIM.